Pelaku Ekraf Diangkut Dispar Kaltim ke Solo dan Yogja
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Achmad Herwansyah
PELAKU-pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Kaltim, utamanya yag ada di daerah 3 danau di Kalimantan, Danau Semayang, Danau Melintang dan Danau Jempang, diajak Dinas Pariwisata Kaltim anjangsana ke kota budaya Solo dan Yogyakarta.
Keberadaan pelaku usaha ekonomi kreatif, dianggap penting oleh Dinas Pariwisata Kaltim, karena Dispar Kaltim tahu dan sadar bahwa untuk tahun-tahun mendatang ekonomi kreatif, merupakan salah satu penunjang pendapatan asli daerah (PAD) dan juga akan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar bagi masyarakat.
"Pemerintah daerah melalui kebijakannya mempunyai komitmen kuat untuk mengangkat harkat martabat pelaku usaha ekraf pada tatanan kehidupan yang lebih baik, yang akhirnya membawa pelaku usaha ekraf, mencapai kehidupan yang sejahtera," kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Achmad Herwansyah, di Solo beberapa waktu lalu.
Ditambahkan Achmad Herwansyah, Dispar Kaltim memberi ruang yang besar bagi pelaku usaha ekraf, untuk terus berusaha mengembangkan kemampuannya, termasuk memberikan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan pelaku usaha ekraf, sampai taraf maksimal.
"Perhatian yang kami berikan tersebut, adalah bentuk tanggung jawab pihak pemerintah terhadap masyarakat yang ingin mengembangkan dan memperbaiki hidup kehidupan. Tanggung jawab itu tentunya tidak hanya Dinas Pariwisata melainkan juga dinas-dinas yang lain serta juga pengusaha-pengusaha besar dan menengah yang konsern siap membantu pelaku usaha ekraf, dalam berinovasi dan mengembangkan usahanya," tekan Achmad Herwansyah yanf baru menjabat sebagai Kepala Dinas tergolong baru. Baru 4 bulan menjabat sebagai orang yang bertanggung jawab atas kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim.
Ditanya soal sektor ekonomi kreatif yang jadi andalan Kaltim, Achmad Herwansyah enggan menyebutkannya, karena 17 cakupan sektor ekonomi kreatif yang ada, mempunyai peran penting dan semuanya harus diperlakukan secara setara, tidak ada perbedaan.
Namun Achmad Herwansyah tidak mengelak bahwa sektor Kuliner, menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang berkembang dengan pesat, berbagai produk kuliner bertebaran di seantero daerah, dengan cita rasa yang membuat lidah terpuaskan.
"Kita dengan mudah mendapatkan dan merasakan berbagai kuliner di berbagai daerah. Hampir semua kuliner dari berbagai daerah bisa kita rasakan. Jadi kuliner sudah berkembang demikian pesatnya. Dan ini tentunya membawa impact yang baik, terutama dapat menciptakan lapangan pekerjaan," tegas Erwan panggilan akrab Achmad Herwansyah.
Geliat ekonomi kreatif yang selama dua tahun terhenti, akibat wabah Covid 19, ungkap Erwan cukup membuat masyarakat kelimpungan, bahkan banyak yang harus menghentikan usahanya. Tapi karena jiwa dan semangat masyarakat Indonesia yang pejuang, tidaklah membuat mereka terpuruk dan terus berusaha bangkit dengan berbagai cara dan inovasi baru.
"Jiwa untuk terus berjuang sebagai bagian dari kehidupan bangsa yang dimiliki masyarakat, adalah modal dan Dinas Pariwisata Kaltim tidak ingin menyia-nyiakan modal yang demikian kuat itu terabaikan," lanjut Erwan sambil tersenyum.(hoesin kh)